Saturday, 16 April 2011

人間失格 (Ningen Shikkaku)


"The weak fear happiness itself. They can harm themselves on cotton wool. Sometimes they are wounded even by happiness"
— Osamu Dazai (No Longer Human)

Untuk memperingati 100 tahun hari lahirnya Osamu Dazai, karya terakhirnya yang berjudul Ningen Shikkaku-No Longer Human ini akhirnya dibikin film layar lebarnya.
Jujur aja, nemu film ini juga nggak sengaja banget..
Pas malem-malem lagi nyari channel yang seru di Indovision, tiba-tiba liat tampang kerennya ayang Ikuta Toma nongol di layar kaca..
Behhhh,, apaan neh???? Harus nonton banget!
Dan mataku makin fokus memelototi layar kaca, soalnya tu iklan cepet banget,, jangan sampe kelewat kapan premierenya..
Ternyata, tu film tayangnya sekitar 2 hari kemudian jam 12 malem..
Alhasil gimana caranya ni mata dimelek-melekin..

Gomen ne, Dazai-san.. Nonton karyamu harus dipicu sama tampang kerennya Ikuta Toma dulu...


This entry was posted in

ハチミツとクローバー (Hachimitsu to Clover)


"It is said that spring is the season for beginnings, but to me it doesn't feel that way at all... This spring also, nothing began and nothing changed..." (Takemoto Yuuta)

Nemu dorama ini untung-untungan banget.
Pas lagi suntuk dan mengalami sindrom bosan hidup, aku pergi ke Wahana, tempat sewa DVD yang cukup tenar di Jogja.. Disanalah aku menemukannya.
Emang dasaran udah ngefans abis ama Ikuta Toma, sejak dia nongol di Hanazakari no Kimitachi e Ikemen Paradise a.k.a Hanakimi,,
jadi aja secepat kilat dvd ini aku pinjem..
Begitu nonton,,

Ikuta Toma ganteng bangeeeeeetttt...


This entry was posted in

Sunday, 10 April 2011

Kenapa Dinamakan "Garang Asem"



"Asem,, garang tenan iki sambele... Whuuuusaaaaaaaaahhhhh..."

Sekelumit kata diatas mungkin cukup representatif terhadap judul yang saya pajang..
Ndak percaya? liat aja gambarnya.. Tu kuah yang ada di gambar adalah perwujudan sambal satu cobek dikasih air berbumbu pedas..
Udah airnya pedes, isi utamanya ulekan cabe pula.. Behhhh...
Ada pelesetannya juga sih,,
"Kenapa Dinamakan Garang Asem?"

"Karena Dina lapar" juga bisa jadi jawaban judul di atas...
tapi yang ini bukan pelesetan, bukan sulap dan bukan sihir.
Pas aku dan ortuku mampir di warung garang asem yang terletak di kawasan Montong, Tuban, Jawa Timur ini,
ibuku langsung keselek dan bersin-bersin seketika setelah mencoba satu sendok kuahnya.
'Glek', aku menelan ludah..
gawat.. setelah makan ini masih idup nggak ya?
dengan berbekal kenekatan hati dan ayahku yang terlihat makan dengan nikmat,
kusendok kuahnya pelan-pelan..